Maret 19, 2009

Bergaya,





Jakarta, 22 Februari 2009






Januari 20, 2009

UAN

Ujian Nasional 2009 akan segera berlangsung, ada beberapa hal yang berubah, nilai rata-rata naik dari 5,25 menjadi 5,5. Kegiatan pra UN juga sudah mulai dilaksanakan seperti Ujicoba UN, pemberian belajar tambahan, bedah SKL dan lain-lain. Bagi bapak/ibu, anak-anak yang membutuhkan jadwal UN, SKL, POS silakan klik ini.

Agustus 11, 2008

Buku Sekolah Elektronik,

Buku Sekolah Elektronik (BSE) sangat membantu, guru, siswa dan orang tua. Guru tidak harus lagi sembunyi-sembunyi untuk pengadaan "jual" buku. Mereka bisa lihat di ....

Juni 02, 2008

Renungan dari tetangga sebelah,

Sastra, Buku dan Peradaban
Oleh : Reza Ervani

Bismilahirrahmanirr ahiim

Syeikh Abdul Halim Mahmud (mantan Pemimpin tertinggi Al Azhar Mesir) menulis dalam bukunya al Quran fii syahr al Quran bahwa :

Dengan kalimat Iqra' bismi rabbik, Al Quran tidak sekedar memerintahkan untuk membaca, tapi `membaca' adalah lambang dari segala apa yang dilakukan oleh manusia, baik yang sifatnya aktif maupun pasif. Kalimat tersebut dalam pengertian dan semangatnya ingin menyatakan `Bacalah demi Tuhanmu, bergeraklah demi Tuhanmu, bekerjalah demi Tuhanmu'. Demikian juga apabila anda berhenti bergerak atau berhenti melakukan sesuatu aktifitas, maka hendaklah hal tersebut juga didasarkan pada bismi rabbik sehingga pada akhirnya ayat tersebut berarti `Jadikan seluruh kehidupanmu, wujudmu, dalam cara dan tujuannya, kesemuanya demi karena Allah'

Sayyid Quthb dalam fii Zhilal menuliskan ketika menafsirkan surah Al Alaq :

...., tampak jelas pula hakikat pengajaran Tuhan kepada manusia dengan perantaraan `kalam' (pena dan segala sesuatu yang semakna dengannya). Karena, kalam merupakan alat pengajaran yang paling luas dan paling dalam bekasnya di dalam kehidupan manusia.

Prof. Quraish Shihab dalam tafsir Al Mishbah menuliskan :

... Dari uraian diatas kita dapat menyatakan bahwa kedua ayat diatas menjelaskan dua cara yang ditempuh Allah swt dalam mengajar manusia. Pertama, melalui pena (tulisan) yang harus dibaca oleh manusia ...
***

Tiga kutipan diatas tampaknya sudah cukup untuk mengantar sebuah pernyataan bahwa membaca dan menulis adalah sebuah kerja peradaban.

Kenapa Rasulullah saw mendapatkan mu'jizat berupa sebuah kitab suci, bukan keajaiban membelah lautan, bukan keajaiban menghidupkan orang mati, dan bukan keajaiban-keajaiban yang sulit dicari alasan ilmiahnya atau bahkan riwayat shohihnya. Karena peradaban akhir zaman dibangun diatas kerja membaca dan menulis.

Jadi naif rasanya, jika kegiatan membangun sebuah peradaban baru, dilakukan dengan melupakan kerja membaca dan menulis. Nonsense rasanya, jika visi membangun pendidikan yang lebih baik dilakukan dengan melupakan dunia pena dan pustaka.

Sejarah sering menceritakan kepada kita, betapa mujahid sejati senantiasa basah dengan darah di medan perang dan basah pula dengan tinta di medan pemikiran.

Yang kurang dari bangsa besar inipun sebenarnya cuma satu, menulis dan membaca dengan seksama.

Kita lebih sering berkomentar dan berceloteh sebelum usai membaca. Usai membaca bukanlah khatam sekali dua, karena mungkin ada kata simpul yang tak tercerna, mungkin ada kalimat kunci yang belum terbuka, mungkin ada makna yang belum terkuak.

Dalam bahasa Quran, dikenal dengan istilah tartil, yang terambil dari kata ratala yang antara lain berarti serasi dan indah. Ucapan-ucapan yang disusun secara rapi dan diucapkan dengan baik dan benar dilukiskan dengan kata-kata tartil al Kalam.

Mungkin karena kita jarang membaca dengan tartil, lahirlah pendapat-pendapat prematur yang jangankan masuk ke ranah ilmiah, dipahamipun sulit jadinya. Lalu ditanam pula pendapat-pendapat itu pada lahan yang kering sehingga berbuah selisih paham dan debat berkepanjangan. Naudzubillahi min dzalik.

Sebuah buku tak hanya judul yang terpampang di sampul, tapi alur halaman-halamannya merupakan buah pikir yang dirapikan dengan seksama, ditelaah kembali dengan membaca dan membandingkan. Mungkin karena itu berat bagi komentator dan spesialis penulis kata pengantar untuk melahirkan sekian banyak buku. Bukan karena sulit, tapi pola pikiran yang masih terlalu acak dan eksplosif sangat rumit untuk diterjemahkan dalam lembaran-lembaran terstruktur. Allahu `Alam.

Pikiran-pikiran yang rapi, bab-bab yang rapi, hingga judul yang rapi kadang hilang makna pula, jika tak bertemu pembaca yang memiliki jeda waktu yang rapi untuk berhenti sejenak memahami emosi yang tersembunyi dibalik rangkaian huruf.

Orang-orang dengan jeda teratur inilah yang kekuatan katanya harus pula didengarkan oleh mereka yang berjuang dalam kata dan kalimat. Karena jeda mereka mengantarkan orang-orang itu mampu menelaah sekian banyak lembar yang terkadang tak sempat tersentuh oleh seorang penulis. Mungkin itu alasan kenapa Quran menyandingkan pendengaran setelah hati, sebelum penglihatan. Karena mendengar lebih sulit daripada melihat. Membaca seksama jauh lebih sulit daripada melihat sekilas. Tak perlu alasan, karena anda pasti mendengar bisikan sang penulis ketika melihat rangkaian kalimatnya dengan teliti, tapi dapat dipastikan bahwa anda hanya akan mendengar komentar emosi hati sendiri ketika membacanya tanpa jeda.

Begitu pula peradaban, ia tidak lahir serta merta. Kalaupun ada, pondasi rapuhnya hanya akan mengantarkannya pada era sejarah, yang kadang bisa terkenang, tapi lebih banyak tidak. Pondasinya lahir dari telaah mendalam yang merupakan buah dari kerja `membaca'. Lembaran-lembaran itu nantinya berubah menjadi nilai yang menjaga dan memberi warna. Jika begitu banyak lembaran yang salah dan tidak ada yang meluruskan, maka kehancurannya hanyalah persoalan waktu.

Jadi jika ada yang bertanya kepada seorang muslim tentang cara ia membangun peradaban baru, maka dengan singkat ia menjawab,"Iqro, bismirabbikaladzi khalaq"

Dinamika peradaban yang dibaca dengan seksama.
Membaca seksama yang mengkristal menjadi pikir yang mendalam.
Buah pikir mendalam yang digubah secara teliti menjadi Sastra.
Sastra yang dirapikan dalam sebuah buku.
Akan mengantarkan kita kepada pintu peradaban yang diimpikan.
Peradaban yang dibangun dengan Nama Tuhan yang Menciptakan.

Insya Allah.

Juni 01, 2008

Pembenahan pendidikan tidak hanya bidang akademik, tetapi juga bidang administrasi seperti pendataan siswa agar memperoleh angka yang tepat dan valid seperti Nomor Induk Siswa Nasional.

Anda suka lagu ini?

Lirik lagu Agnes Monica - Matahariku (OST Jelita)

tertutup sudah pintu, pintu hatiku
yang pernah dibuka waktu, hanya untukmu
kini kau pergi dari hidupku
ku harus relakanmu walau aku tak mau

* berjuta warna pelangi di dalam hati
sejenak luluh bergeming menjauh pergi
tak ada lagi cahaya suci
semua nada beranjak, aku terdiam sepi

** dengarlah matahariku suara tangisanku
ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku
ucapkan matahariku puisi tentang hidupku
tentangku yang tak mampu melakukan waktu

repeat *

dengarkanlah kau matahariku

dengarlah matahariku suara tangisanku
ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku

repeat **

Mei 24, 2008

My Office Blog

My Office ...

my family game,

get peeptin @ flooble

PageRank

Kickuck

Visitor


My Foto Family

Mengenai Saya

Foto Saya
My Family Blog
Tangerang, Banten, Indonesia
Sebagai sebuah media untuk mengungkap ide, gagasan, unek-unek dan hobby saja.
Lihat profil lengkapku

Heboh uji sertifikasi

Loading...